23.35
4
Buku kedua dari tekad saya untuk menyelesaikan (membaca) 50 buku di tahun 2012 ini.

Kali ini yang menjadi korban adalah buku karangan Dave Ulrich, seorang Professor Administrasi Bisnis di University of Michigan. Buku ini dialihbahasakan oleh team dari Percetakan Tugu. Buku cetakan tahun 2008 ini terdiri dari 476 halaman.

Buku ini memberikan arahan apa peranan professional SDM di masa depan.

Terlepas dari isinya yang cukup berat, pengalihbahasaannya sepertinya kurang mulus, karena beberapa kali saya menemukan adanya kalimat-kalimat yang agak janggal, namun sayang saya tidak menemukan versi bahasa Inggrisnya untuk meng-konfirmasi.



Di Bab pertama, penulis ingin menekankan bahwa di luar segala perubahan besar yang terjadi di dunia bisnis, agenda berikutnya untuk meningkatkan tingkat kompetitif perusahaan adalah Sumber Daya Manusia. dan di sini  profesional SDM bersama-sama manager bagian lain, mempunyai kewajiban yang kurang lebih seimbang untuk mengembangkan SDM perusahaan.

Di Bab Kedua, dijabarkan tentang berbagai peranan SDM masa kini yang sesuai dengan tuntutan global yang disebutkan sebelumnya di Bab 1. Menjadi profesional SDM yang efektif tidak hanya berubah dari pekerjaan operasional menjadi strategi. Pekerjaan operasional tetap harus dikuasai selain tambahan baru untuk penguasaan peranan strategik. Secara garis besar peranan profesional SDM Strategis yang berfokus ke masa depan adalah management SDM strategis dan management perubahan, sedang peranan operasional hari ke hari adalah management infrastruktur perusahaan dan management kontribusi karyawan.

Di Bab Ketiga sampai Ketujuh dijelaskan peranan-peranan besar profesional SDM beserta contoh-contoh kasusnya.

Pertama, peranan "Menjadi Mitra Strategis". Profesional SDM memainkan oeranan mitra strategis saat mereka mempunyai kemampuan untuk mengubah strategi bisnis menjadi tindakan.Untuk melakukan hal tersebut profesional SDM harus belajar untuk menampilkan audit organisasi yang disiplin. Hal ini melibatkan empat langkah: arsitektur, penilaian, perkembangan, dan prioritas.

Kedua, peranan "Menjadi Ahli Administrasi".
Menjadi ahli administrasi perlu menguasai dua tahap rekayasa ulang. Di bab ini, banyak dijelaskan tentang contoh-contoh dari berbagai perusahaan bagaimana mereka meng-administrasi-kan sistem SDM mereka menjadi lebih baik. Tahap 1, mengembangkan proses, profesional SDM belajar bagaimana mempersingkat, mengotomatisasi, dan meningkatkan efesiensi praktik SDM. Tahap 2, memikir ulang penciptaan nilai, profesional SDM bukan hanya merekayasa ulang proses tapi juga memikirkan kembali bagaimana melakukan perkerjaan. Untuk itu profesional SDM, agar bisa menjadi ahli administrasi, herus mempelajari bagaimana:
  • Merekayasa ulang pekerjaan SDM melalui penggunaan teknologi, team merekayasa ulang proses, dan perkembangan kualitas
  • Menentukan peranan SDM dalam menciptakan nilai bagi perusahaan
  • Menciptakan mekanisme hasil SDM layanan berbagi
  • Mengukur hasil SDM dalam hal efisiensi (biaya) dan efektivitas (kualitas).
Ketiga, "Menjadi Pendorong Karyawan".
Profesional SDM yang bekerja sebagai pendorong SDM berfokus pada menemukan keseimbangan antara tuntutan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Mereka menjadi penyambung lidah karyawan dalam diskusi manajemen, memastikan karyawan bahwa masalah mereka didengarkan, dan menentukan serta menyediakan sumber daya yang membantu karyawan memenuhi tuntutan yang disampaikan. Aktivitas tersebut akan membantu karyawan memberi kontribusi lebih karena mereka akan mempunyai kompetensi untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan mempunyai komitmen untuk melakukannya dengan benar.

Keempat, "menjadi Agen Perubahan".
Untuk membantu organisasi merespon inisiatif perubahan, perubahan proses, dan perubahan kultur, profesional SDM dan manager lain harus memahami teori dan praktik perubahan. Profesional SDM memainkan peranan penting sebagai agen perubahan saat mereka melakukan fungsi berikut ini:
- Melakukan transformasi dengan melakukannya dalam fungsi SDM dahulu
- Bertindak sebagai katalisator, fasilitator, dan designer sistem untuk perubahan
- Menggunakan checklist pilot project untuk pelaksanaan perubahan.

Kelima, "Menjadi SDM untuk SDM"
Seringkali, profesional SDM adalah seperti anak pembuat sepatu yang tidak bersepatu. Profesional SDM lebih berfokus pada membantu orang lain daripada membantu dirinya sendiri. Untuk mencegah hal ini, profesional SDM harus mengatur tiga rangkaian prioritas berikut ini:
- Melakukan SDM strategis, dengan mengaplikasikan strategi bisnis dalam tindakan-tindakan untuk meningkatkan kapabilitas bagian SDM.
- Melakukan strategi SDM untuk membentuk sudut pandang untuk fungsi SDM.
- Melakukan organisasi SDM, dengan melakukan diagnosa fungsi SDM itu sendiri, dan dilanjutkan dengan pengembangan fungsi-fungsi operasional SDM.

Jika peran ini sudah diketahui, langkah selanjutnya diserahkan pada organisasi untuk menjawab pertanyaan "Bagaimana kemudian?", "Ingin menjadi seperti apa?", dan "Apa yang sekarang harus kita lakukan?"

Semoga bermanfaat..

4 komentar:

  1. mas buku HR championsnya beli dimana ya??sy nyari2 versi indonesianya ga nemu..makasih sebelumnya..:)

    BalasHapus
  2. Di Gramedia ada kok, coba cari aja..

    BalasHapus
  3. di gramedia tdk ada mas saya sudah cari, saya butuh sekali yang versi indonesia. apa mas dapat membantu saya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mungkin sedang kosong di gramedia ya, kalau di Jakarta mungkin bisa pinjam buku saya, japri aja ke email ramdani.ramdani@gmail.com ya..

      Hapus